Selamat Merayakan Hari Raya Nyepi 2017

Selamat Merayakan Hari Raya Nyepi 2017

Selamat Merayakan Hari Raya NYEPI bagi umat Hindu

Dalam setiap agama dipastikan memiliki hari raya kebesarannya masing-masing. Tak terkecuali dengan umat Hindu yang merupakan mayoritas di Bali. Umat Hindu Bali selalu merayakan Hari Nyepi dalam setiap Tahun Baru Saka. Di hari kebesaran tersebut kebiasaan untuk amati geni dilakukan untuk membersihkan lahir dan bathin dengan melakukan Samadhi atau semedi.

Hari Raya Nyepi

Asal kata Nyepi ialah sepi, sunyi, dan senyap. Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Hindu yang sudah dimuali sejak tahun 78 Masehi. Di Hari Raya Nyepi ini seluruh Umat Hindu akan melakukan perenungan untuk kembali menjadi manusia yang fitrah, suci lahir dan bathin. Makanya tak heran ketika perayaan Nyepi semua aktifitas yang biasanya dilakukan masyarakat dihentikan, termasuk juga berbagai fasilitas umum.

“Kemampuan mengimplementasikan toleransi antar umat beragama memiliki makna menjadi kemenangan dalam kehidupan beragama” ucap Wakil Bupati Sutjidra.

Beberapa upacara Nyepi adalah sebagai berikut;

–   Upacara Melasti; Selang waktu dua tiga hari sebelum Hari Raya Nyepi, diadakan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis, seluruh perlengkapan persembahyang yang ada di pura di arak ke tempat-tempat yang mengalirkan dan mengandung air seperti laut, danau  dan sungai, karena laut, danau dan sungai adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa membersihkan dan menyucikan dari segala kotoran yang ada di dalam diri manusia dan alam.

–   Upacara Ngembak Geni; Upacara Hari Ngembak Geni berlangsung setelah Hari Raya Nyepi berakhirnya  ( brata Nyepi ). Pada esok harinya dipergunakan melaksanakan Dharma Shanty, saling berkunjung dan maaf-memaafkan sehingga umat hindu khususnya bisa memulai Tahun Baru Caka dengan hal hal baru yang fositif, baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat. sehingga terbinanya kerukunan dan perdamaian yang abadi.

–   Upacara Bhuta Yajna; Sebelum hari Raya Nyepi diadakan upacara Bhuta Yajna yaitu upacara yang mempunyai makna pengusiran terhadap roh-roh jahat dengan membuat  hiasan atau patung yang berbentuk atau menggambarkan buta kala (Raksasa Jahat) dalam bahasa Bali-nya disebut Ogoh-ogoh. Upacara ini dilakukan di setiap rumah, Banjar, Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi.

Bertepatan di Perayaan Nyepi bagi umat yang merayakannya khususnya masyakayat BALI pada tanggal 28 Maret 2017 ,

Kami Segenap Manajemen PT. Multi Anugrah Sukses Mengucapkan ;

” Selamat Merayakan Hari Raya Besar Nyepi bagi Umat yang Merayakannya”

 

Glori Melamine

Ref : bali.panduanwisata.id

freenulled.top