Blog, Restoran

9 Tips Eksklusif Cara Memulai Bisnis Restoran Sendiri

9 Tips Eksklusif Cara Memulai Bisnis Restoran Sendiri

9 Tips Eksklusif Cara Memulai Bisnis Restoran Sendiri – Banyak orang yang bermimpi membuka restoran mereka sendiri. Tapi, mengelola restoran tidak bisa sembarangan jika Anda ingin meraup sukses. Untuk membantu Anda, berikut kami sajikan 9 tips sukses memulai bisnis restoran baru.

Apa saja yang diperlukan untuk memulai bisnis restoran baru?

1. Tentukan konsep restoran Anda

Langkah pertama yang wajib Anda pertimbangkan sebelum memulai bisnis kuliner milik sendiri adalah menentukan seperti apa konsep restoran Anda nantinya. Apakah Anda ingin buka restoran dengan atmosfer yang nyaman dan bikin betah beramai-ramai, atau Anda ingin restoran baru Anda memiliki konsep fine dinning?

Konsep restoran juga harus mempertimbangkan jenis makanan apa yang Anda ingin sajikan. Sebelum mengambil tindakan selanjutnya, rancang sebuah menu lengkap. Makanan seperti apa yang ingin Anda hidangkan di restoran Anda — khas Italia atau Jepang? Masakan rumahan atau kedai kopi dan bakery?

2. Tentukan lokasi restoran yang strategis

Lokasi restoran sangat penting dalam menentukan kesuksesan setiap bisnis restoran. Semakin mudah restoran Anda diakses oleh orang banyak, semakin besar peluang Anda untuk sukses.

Apakah lokasi tersebut termasuk daerah yang sibuk, sering dikunjungi banyak orang? Apakah areanya padat populasi, untuk memudahkan Anda mencari tenaga kerja? Apakah akses menuju lokasi tersebut mudah dicapai? Bagaimana dengan lahan parkir, tersedia cukup luaskah? Setelah semua berkenan di hati, Anda akan perlu memastikan untuk bernegosiasi mendapatkan harga sewa terbaik.

3. Tentukan juru masak Anda

Untuk memulai bisnis kuliner yang sukses, Anda perlu tiga pilar utama: konsep yang mantap, lokasi strategis, dan chef yang kompeten. Ketiganya saling bekerja sama membantu Anda menentukan suasana restoran Anda.

Koki yang Anda pekerjakan di restoran Anda haruslah sesuai dengan konsep restoran dan tema masakan Anda. Jika tidak, Anda akan dipertemukan oleh banyak drama perusahaan yang tidak perlu.

4. Ketahui target pelanggan Anda

Ketika Anda siap untuk memulai bisnis restoran, penting untuk memahami siapa target pelanggan inti Anda. Orang tua dengan anak-anak kecil memiliki kebutuhan yang berbeda dengan kaum lajang atau keluarga baru. Meneliti basis populasi daerah lokasi restoran Anda akan membuka beragam informasi demografis penting yang dapat memengaruhi kesuksesan restoran Anda.

Hal-hal seperti nilai perumahan, pendapatan rumah tangga rata-rata, usia rata-rata; ini semua akan memberikan Anda petunjuk berharga mengenai siapa pelanggan potensial Anda. Setelah Anda mendapatkan informasi penting ini, Anda bisa membandingkannya dengan restoran lain di daerah tersebut.

5. Rancang rencana bisnis sedetail mungkin

Sebelum mengajukan pinjaman buka usaha di bank, penting untuk merancang rencana bisnis Anda sedetail mungkin. Buat bisnis plan restoran yang menguraikan konsep dan rincian restoran Anda, serta bagaimana langkah Anda untuk membuatnya panen untung. Perencanaan bisnis yang matang akan meyakinkan petugas pinjaman bahwa Anda benar-benar mantap untuk memulai bisnis restoran. Juga pastikan Anda tiba di bank membawa semua dokuen yang diperlukan, termasuk laporan penghasilan pribadi, laporan pajak, dan hal-hal lain yang diminta oleh pihak bank.

Rencana bisnis Anda haruslah mencakup:

  • Deskripsi konsep restoran
  • Basis target pelanggan
  • Menu dan harga potensial
  • Informasi keuangan, seperti modal awal dan sumbernya, dan perkiraan pendapatan jangka panjang serta biaya
    Informasi marketing
  • Program perekrutan karyawan, pelatihan, dan retensi

6. Cerdas pilih nama restoran

Nama restoran seringnya menjadi kesan pertama yang dimiliki oleh pelanggan Anda. Jadi, cerdaslah dalam memilih. Nama restoran boleh mencerminkan tema menu makanan Anda (Masakan Jawa, Peranakan, atau Khas Jepang) atau plesetan-plesetan unik. Jadilah kreatif dan pilih nama yang benar-benar mewujudkan konsep, menu, dan misi restoran Anda.

Namun, pilih nama yang mudah diingat dan dieja oleh orang-orang. Tapi tidak ada yang lebih menyebalkan daripada kesulitan menemukan sebuah restoran di mesin pencari online karena Anda tak pernah tepat mengeja namanya.

7. Cari modal

Sangat penting untuk melebih-lebihkan kebutuhan keuangan Anda. Idealnya, Anda akan menginginkan modal awal restoran yang dapat menutupi sekitar sembilan bulan usaha. Pengeluaran biaya untuk memulai bisnis restoran akan memakan banyak dari anggaran Anda sebelum Anda bahkan mulai menghasilkan pelanggan.

Lihatlah tabungan Anda sendiri dan rekening pensiun. Anda mungkin dapat menjual aset atau menggunakannya sebagai jaminan pinjaman. Pertimbangkan jalur kredit usaha di bank Anda, atau periksa pinjaman bank komersial. Pertimbangkan untuk meminta bantuan teman-teman dan keluarga, atau selidiki kemungkinan kemitraan. Seorang mitra bisnis dapat membantu dengan modal awal sementara juga berbagi tanggung jawab kepemilikan restoran.

8. Daftar lisensi

Kebanyakan izin lisensi dan izin membangun usaha memakan waktu yang tidak sedikit — dari mingguan hingga bulanan sebelum disetujui. Jadi, segera setelah Anda cukup mantap dengan perencanaan konsep dan keuangan restoran Anda, segeralah urus berkas-berkas izin usaha yang dibutuhkan. Lisensi lain Anda mungkin perlu adalah izin kesehatan dan lisensi minuman keras, jika ada. Cek dan ricek dengan asosiasi restoran lokal untuk informasi lebih lanjut.

9. Sebar luaskan restoran Anda ke mata publik

Setelah izin usaha dan lisensi lainnya sudah Anda miliki, konsep makanan dan tata ruang restoran sudah terwujud dengan baik, serta Anda juga sudah dipersenjatai oleh “pasukan” staf yang kompeten di bidangnya, kini waktunya Anda mengiklankan restoran baru Anda. Iklan adalah suatu keharusan bagi sebagian besar restoran baru.

Ketahui target pasar Anda. Pastikan harga dan produk restoran Anda sudah tepat untuk target pasar yang dipilih. Fokuskan waktu dan uang untuk mencapai kelompok orang ini. Rancang rencana pemasaran yang mencakup media tradisional (cetak; koran, makalah, pamflet dan brosur) atau iklan radio. Lakukan juga pemasaran restoran melalui media sosial Facebook, Twitter, atau Instagram untuk menyebarluaskan berita tentang restoran baru Anda. Buat desain iklan semenarik mungkin dan tawarkan insentif, seperti kupon diskon, untuk orang yang “Like”, “Follow”, atau “Tag” akun sosial media restoran Anda.

Memulai bisnis restoran adalah petualangan yang patut untuk Anda perjuangkan. Tapi ingat, demi mencapai kesuksesan, diperlukan perencanaan yang matang, kerja keras, dan kebulatan tekad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *